Bersihkan Lapas dari Narkoba, Ratusan Narapidana ‘High Risk’ Dipindahkan ke Nusakambangan

Jakarta – Upaya pemerintah membersihkan lembaga pemasyarakatan (lapas) dari peredaran narkoba semakin gencar. Ratusan narapidana berisiko tinggi atau ‘high risk’ yang diduga terlibat jaringan narkoba kini dipindahkan ke Lapas Nusakambangan, Pulau Jawa Tengah. Langkah ini diambil untuk memutus mata rantai peredaran gelap di balik jeruji besi.

Kepala Badan Pengamanan Pemasyarakatan (Bapasmeng) Kementerian Hukum dan HAM, Beni Widiawan, mengungkapkan bahwa pemindahan ini bagian dari Operasi Bersih Lapas yang digelar sejak awal 2026. Sebanyak 347 narapidana dari berbagai lapas di Jawa, Sumatra, dan Kalimantan dipindah ke rutan-rutan superketat di Nusakambangan, seperti Lapas Narkotika Batu Tujuh atau Klas II A Cikancagung. “Mereka ini high risk karena riwayatnya kuat terlibat sindikat narkoba. Kami pisahkan agar tidak lagi jadi ‘bos’ di lapas asal,” tegas Beni dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

Pemindahan ini bukan sekadar relokasi biasa. Narapidana dibawa dengan pengawalan ketat menggunakan helikopter dan kapal laut, lengkap dengan pemeriksaan urine dan body scanner untuk cegah bocornya barang haram. Kritik tajam muncul dari pakar hukum: meski langkah ini tepat, kenapa baru dilakukan sekarang? Selama bertahun-tahun, lapas-lapas di Indonesia jadi ‘surga narkoba’, dengan kasus overdosis dan peredaran sabu yang merajalela. Data Jawa11 menunjukkan, setidaknya 20% lapas nasional masih rentan karena korupsi sipir dan fasilitas minim. “Ini seperti menyapu debu di permukaan, tapi akar masalahnya—korupsi dan overcrowding—belum tersentuh,” ujar pengamat pidana dari Universitas Indonesia.

Operasi ini juga melibatkan razia massal. Tim gabungan polisi, TNI, dan BNN menyita 50 kg sabu, ganja, dan pil ekstasi dari lima lapas besar dalam seminggu terakhir. Namun, tantangan masih besar: lapas Nusakambangan sendiri pernah jadi sasaran sindikat dengan drone pengantar narkoba. Pemerintah janji tingkatkan teknologi pengawasan seperti CCTV AI dan sensor deteksi.

Di tengah sorotan global soal narkoba, Indonesia tak sendiri. Menurut laporan CNN, negara-negara seperti Brasil dan Filipina juga hadapi masalah serupa di penjara mereka, dengan tingkat kekerasan narkoba capai rekor tinggi.

Langkah pindah narapidana ini patut diapresiasi, tapi keberhasilannya tergantung komitmen jangka panjang. Tanpa reformasi sistemik, lapas bisa kembali jadi pasar gelap besok.

Beranda