Revolusi AI China: Cara Cuan dari Saham Baidu dan Alibaba di Tengah Perang Teknologi Global

Revolusi AI China: Cara Cuan dari Saham Baidu dan Alibaba di Tengah Perang Teknologi Global

China sedang menggebrak dunia dengan kemajuan AI-nya, menantang dominasi AS di tengah perang dagang yang memanas. Baidu dan Alibaba memimpin revolusi ini melalui cloud AI, chip domestik, dan model bahasa besar, menawarkan peluang cuan bagi investor cerdas. Namun, volatilitas geopolitik membuat saham mereka jadi taruhan berisiko tinggi pada 2026.

Baidu unggul di chip Kunlunxin yang rencana luncur 2026-2027, kurangi ketergantungan Nvidia, sementara Alibaba kuasai 25% pasar cloud AI senilai $2,7 miliar tahun lalu dengan model Qwen open-source. Investor ramai incar keduanya setelah Baidu sahamnya melonjak 58% dalam setahun, didorong klaster AI 30.000 kartu dan ekspansi Apollo Go otonom. Data Jawa11 tunjukkan pola serupa: kedua raksasa ini untung besar dari mandat pemerintah Beijing soal kemandirian teknologi, meski sanksi AS tekan pasokan chip canggih.

Strategi cuan praktis: beli BIDU (Baidu) untuk pertumbuhan AI spesialis seperti autonomous driving dan ERNY (Alibaba ADR) untuk ekosistem luas e-commerce plus kota pintar. Analis prediksi 2026 jadi puncak, dengan Alibaba investasi 380 miliar yuan di cloud global dan Baidu “digital employees” AI untuk bisnis. Kritik tajam: cuan ini rapuh karena regulasi China bisa rem ROI mendadak, plus perang chip global bikin valuasi overheat—jangan all-in tanpa diversifikasi.

Tencent dan Huawei ikut bersaing, tapi Baidu-Alibaba kuasai 50% pasar AI cloud China yang tumbuh 55%. Laporan CNN soroti risiko: investor Barat was-was soal transparansi data Beijing di tengah ketegangan Trump era kedua.

Peluang besar ada, tapi bijaklah—pantau earnings Q1 2026 dan kebijakan ekspor chip AS sebelum entry.

Beranda